Saham ExxonMobil dan Apple naik, Wall Street ditutup bervariasi

New York  (ANTARA News) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor terus mengawasi perkembangan terbaru dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra-mitra dagang utamanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 181,45 poin atau 0,68 persen, menjadi ditutup di 26.562,05 poin.

Indeks S&P 500 turun 10,30 poin atau 0,35 persen, menjadi berakhir di 2.919,37 poin.

Indeks Komposit Nasdaq ditutup 6,29 poin atau 0,08 persen lebih tinggi, menjadi 7.993,25 poin.

Saham Caterpillar dan Boeing, perusahaan-perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, keduanya menurun lebih dari satu persen, pada penutupan perdagangan.

Sementara itu, saham ExxonMobil dan Apple termasuk di antara yang berkinerja terbaik dalam komponen Dow. Saham kedua perusahaan tersebut, masing-masing maju 1,68 persen dan 1,44 persen.

Tujuh dari 11 sektor utama dalam S&P 500 diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor real estat dan konsumen memimpin penurunan. Sementara sektor teknologi ditutup 0,3 persen lebih tinggi, yang mendukung Nasdaq.

Sentimen pasar terpukul oleh kekhawatiran bahwa eskalasi friksi perdagangan antara Washington dan mitra-mitra dagang utamanya mungkin memiliki dampak negatif pada ekonomi global, para ahli mencatat.

Pada data ekonomi, Indeks Kegiatan Nasional Fed Chicago (CFNAI) tidak berubah di +0,18 pada Agustus dari tingkat Juli, Federal Reserve Bank Chicago mengumumkan pada Senin (24/9).

CFNAI adalah rata-rata tertimbang 85 indikator bulanan yang ada dari kegiatan ekonomi nasional. Angka indeks positif menunjukkan pertumbuhan di atas tren dan angka indeks negatif menunjukkan pertumbuhan di bawah tren.

Sementara itu, aktivitas pabrik di Texas terus meningkat pada September, menurut para eksekutif perusahaan yang menanggapi Survei Survei Prospek Manufaktur Texas.

Indeks produksi, ukuran kunci kondisi-kondisi manufaktur negara bagian, merosot enam poin menjadi 23,3, menunjukkan pertumbuhan produksi (output) berlanjut tetapi pada laju yang lebih lambat dari bulan lalu. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Di tengah proses Brexit, Bursa Inggris merosot 31,82 poin

Baca juga: Saham perusahaan migas naik, ketika Bursa Perancis melemah

Baca juga: Saham Daimler rontok, Bursa Jerman turun 0,64 persen

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018