Indeks Nasdaq naik, dorong Wall Street ditutup bervariasi

New York (ANTARA News) – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu WIB), karena para investor mempertimbangkan sekumpulan data ekonomi utama terbaru dari Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 69,84 poin atau 0,26 persen, menjadi berakhir di 26.492,21 poin.

Indeks S&P 500 turun 3,81 poin atau 0,13 persen, menjadi ditutup di 2.915,56 poin.

Indeks Komposit Nasdaq berakhir 14,22 poin atau 0,18 persen lebih tinggi menjadi 8.007,47 poin.

Harga rumah naik sebesar 6,0 persen secara tahunan pada Juli, lebih lambat dari kenaikan Juni, menurut indeks nasional S&P Case-Shiller nasional, Selasa (25/9).

Indeks 20 kota naik 5,9 persen secara tahunan, turun dari pertumbuhan 6,4 persen pada Juni. Indeks 10 kota naik 5,5 persen secara tahunan, turun dari pertumbuhan 6,0 persen di bulan sebelumnya.

Kota Las Vegas, Seattle, dan San Francisco terus melaporkan kenaikan tahun ke tahun tertinggi di antara 20 kota.

Pada Juli, Las Vegas memimpin dengan kenaikan harga 13,7 persen dari tahun ke tahun, diikuti oleh Seattle dengan peningkatan 12,1 persen dan San Francisco dengan kenaikan 10,8 persen.

“Kenaikan harga rumah mulai menyusul dengan perumahan. Perlambatan meluas,” kata David M. Blitzer, Direktur Pelaksana dan Ketua Komite Indeks pada S&P Dow Jones Indices.

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen The Conference Board meningkat menjadi 138,4 pada September, naik dari 134,7 pada Agustus.

“Penilaian konsumen terhadap kondisi-kondisi saat ini tetap sangat menguntungkan, didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang kuat,” kata Lynn Franco, direktur indikator ekonomi di The Conference Board.

Para investor juga terus mengawasi pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS, karena bank sentral diprediksi menaikkan suku bunga setelah mengakhiri pertemuannya pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Baca juga: Aksi lepas saham picu pelemahan IHSG

Baca juga: Peugeot rugi besar di tengah Bursa Perancis menguat 2,93 poin

Baca juga: Next raih keuntungan terbesar seiring penguatan Bursa Inggris

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018